Jumat, 07 Mei 2010

Yuk Bikin Scantool atau Scanner Sendiri (Bagian 2)


Scan tool atau orang juga menyebutnya scanner merupakan alat diagnosa profesional yang digunakan oleh seorang mekanik/teknisi kendaraan, dimana :

(1) alat tersebut bisa memberikan informasi-informasi seputar nilai variabel dari sensor-sensor atau aktuator yang istilahnya adalah current data yang tentunya akan membantu seorang teknisi untuk mendiagnosa kerusakan-kerusakan yang timbul.

(2) alat tersebut bisa memberikan informasi berupa trouble code (kode kerusakan) yang terbaca oleh ECU (Electronic Control Unit). Jangan selalu membayangkan setiap ada kerusakan mobil, pasti bisa dideteksi oleh scanner/scan tool.
{---- Yang harus selalu diingat, scanner bukan merupakan dewa, scanner hanya merupakan suatu alat ukur yang membantu kita untuk memecahkan masalah (troubleshooting) kerusakan kendaraan, keputusan final tetap harus pada kita.---}

(3) alat tersebut bisa digunakan untuk test aktuator (actuator testing). Jadi kita bisa meng-ON/OFF-kan AC, memajukan sudut pengapian, memperbesar/memperkecil semprotan bahan bakar, meng-ON/OFF-kan kipas pendingi dan lain-lain. Kesemuanya itu bisa dilakukan dengan hanya memencet tombol-tombol dari scanner.

(4) dan juga pada alat tersebut disediakan alat ukur lain berupa volt meter, osiloskop dan juga ada generator simulasi sinyal.

Sebenarnya scan tool bukan hanya bisa dipakai oleh seorang teknisi untuk memperbaiki kerusakan kendaraan yang ada. Tetapi lebih dari itu, bagi seorang profesional di bidang race, scanner bisa juga dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi-informasi yang berguna bagi peningkatan performa mesin kendaraan. 



Cara kerja alat yang bernama scantool/scanner pada prinsipnya adalah sederhana. Scanner mendapatkan kode-kode angka berupa bilangan-bilangan binner (0/1) yang dikirim oleh ECU, kemudian scanner menterjemahkan kode-kode tadi ke dalam bentuk angka-angka, grafik dan sebagainya. Yang menjadi tidak se-simple yang kita bayangkan adalah bagimana kita bisa mengartikan kode-kode tersebut menjadi suatu simbol yang bisa kita pahami. Seperti halnya jika kita berkomunikasi dengan seorang bule dari rusia. Tanpa penerjemah yang kita bawa, tentunya bagi kita-kita yang tidak paham dengan bahasa rusia, tidak bisa memahami apa yang dibicarakan oleh orang rusia tadi. Dalam hal ini penerjemah yang kita bawa bisa diartikan fungsinya sama dengan scan tool. ECU mengirim suatu kode-kode ke scanner, scanner mengartikan kode-kode tadi menjadi informasi yang bisa kita pahami. Dan begitu sebaliknya kita memencet tombol-tombol di scan tool, scan tool mengirimkan kode-kode ke ECU yang bisa dipahami olehnya kemudian ECU balik lagi mengirimkan kode-kode ke scanner...dan begitu seterusnya. Dalam hal ini tentunya telah terjadi percakapan antara ECU dengan scanner (atau kita sebagai pengguna scanner).


Kode-kode binner yang dikirim atau diterima dari/ke scanner ke/dari ECU dilakukan secara bergantian, disebut komunikasi secara serial. Apa yang dimaksud dengan komunikasi secara serial ? 

Semua komunikasi pada kendaraan untuk dikoneksikan keluar menggunakan komunikasi serial. Pada prinsipnya ada 2 jenis komunikasi serial. Dikenal dua cara komunikasi data secara serial, yaitu komunikasi data serial secara sinkron dan komunikasi data serial secara asinkron. Pada komunikasi data serial sinkron, clock dikirimkan bersama-sama dengan data serial, sedangkan komunikasi data serial asinkron, clock tidak dikirimkan bersama data serial, tetapi dibangkitkan secara sendiri-sendiri baik pada sisi pengirim (transmitter) maupun pada sisi penerima (receiver).

Komunikasi data serial secara sinkron merupakan bentuk komunikasi data serial yang memerlukan sinyal clock untak sinkronisasi. Sinyal clock tersebut akan tersulut pada setiap bit pengiriman data, sedangkan komunikasi asinkron tidak memerlukan sinyal clock sebagai sinkronisasi. Pengiriman data pada komunikast serial pada mikrokontroler tertentu dilakukan mulai dari bit yang paling rendah (LSB) hingga bit yang paling tinggi (MSB).

Pada gambar di atas diamati dengan osiloskop yang menggambarkan kode binner yang dikirimkan secara serial, yaitu bilangan 0100-0001b. Ingat LSB adalah bit rendah yang dikirimkan setelah "start", dan MSB adalah bit tingginya. 0100 adalah MSB, dan 0001 adalah LSB . Jika digabungkan menjadi 01000001b = 65d. (b=binner, d=desimal). Atau kalau kita lihat ditabel ascii dibwah, meunjukkan bahwa kode ascii untuk angka 65 d adalah huruf a besar (A).

Yuk Bikin Scantool atau Scanner Sendiri (Bagian 1)

Melihat begitu banyaknya scanner atau scan tool yang dijual dipasaran, dan sangat bervariasi sekali dalam segi harga atau model, penulis merasa tergelitik untuk tahu lebih mendalam bagaimana scanner itu bekerja dan bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Dan tentunya setelah memahai cara kerja scantool maka tentunya akan muncul pertanyaan, apakah kita bisa membuat scanner sendiri ? 

Menjawab hal tersebut kedepannya akan saya coba uraikan dalam bentuk tulisan ini mengenai :
1. Apa yang dimaksud scanner !
2. Bagaimana sistem kerja scanner !
3. Protokol komunikasi data apa saja yang ada sekarang ini !
4. Membuat scanner sederhana ! (pada pembahasan ini saya sudah mencoba membuat scanner khusus untuk toyota mesin 4AFE)

Sebenarnya goal tulisan nantinya bukan sekedar memberikan rangkaian yang simple dan software buatan sendiri. Tetapi lebih dari itu, dengan kita bisa memahami kinerja scanner den sekaligus membuat scanner sendiri, maka pemahaman kita mengenai teknologi di kendaraan tentunya akan meningkat yang pastinya akan memberikan dampak ke kita dalam hal penajaman diagnosa kerusakan di kendaraan, khususnya bagi yang bergelut di perbaikan pada teknology advance kendaraan.

Semoga seterusnya nanti bisa bermanfaat !


Senin, 03 Mei 2010

Piggyback yang Gampang dan Murah ... (Bagian 5)

Menanggapi permintaan dari pembaca blog ini yang menanyakan apakah rangkaian seperti yang di tulis (pada bagian 1 - 4) bisa juga digunakan untuk membuat lebih irit bahan bakarnya (dibuat supaya bahan bakar yang disemprotkan bisa lebih sedikit dibandingkan jika tidak ada rangkaian piggyback ini). Lewat tulisan ini semoga harapan tersebut bisa terjawab.

Pada prinsipnya, tulisan di bag. 1 - 4, dikhususkan untuk membuat bahan bakar lebih gemuk, alias lebih boros sedikit. Karena memang rangkaian op-amp tersebut hanya bisa membuat keluaran rangkaian yang menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dari tegangan MAP sensor, gradien lebih dari 1 (m > 1). Pertanyaannya adalah, bagaimana jika diinginkan gradien (m) antara 0 s/d 1. Gambar dibawah bisa menyelesaikan permasalahan di atas. Kita bisa mengatur gradien (m) berkisar 0.1 s/d 2, dan mengatur variabel c berkisar antara -5 s/d 5, pada persamaan y = mx + c, x adalah input rangkaian (Vmap), y adalah output rangkaian (Vout).

Sehingga dengan rangkaian ini maka kita bisa membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih boros ataupun membuat lebih kurus.


Perhitungan/kalkulasi secara otomatis bisa dilakukan dengan menggunakan software ini. atau kalau ingin mencoba menghitung sendiri, bisa di lihat sejarah perhitungannya dilihat disini.   

Semoga bermanfaat !